Tanya Jawab
Apa maksud Agustinus dengan "hati kami gelisah sampai beristirahat di dalam Engkau"?
Jawaban singkat
Agustinus mengatakan bahwa Allah menciptakan manusia "menuju" diri-Nya. Karena itu hati manusia tidak menemukan perhentian sejati di luar Allah, dan justru Allah sendiri yang menggerakkan manusia untuk menemukan sukacita dalam memuji Dia.
Jawaban lengkap
Kalimat itu bukan berdiri sendiri. Ia adalah puncak dari sebuah doa pujian yang membuka seluruh Confessiones.1
Agustinus mula-mula menyebut keagungan Allah, lalu memperhatikan sebuah paradoks: manusia hanyalah “sebagian kecil dari ciptaan-Mu”, fana dan membawa bukti dosanya, tetapi tetap ingin memuji Allah. Dari mana keinginan itu? Jawabannya: “Engkau menggerakkan kami sehingga memuji Engkau menjadi kesukaan.”
Alasannya ada pada frasa fecisti nos ad te: Allah menjadikan manusia menuju diri-Nya. Arah itu tertanam dalam penciptaan. Karena itu kegelisahan hati bukan sekadar perasaan, tetapi tanda bahwa manusia belum sampai pada tujuan ia diciptakan.
Footnotes
-
Augustinus, Confessiones 1.1.1. Lihat teks dan terjemahan lengkap di halaman Teks Latin. ↩
Terkait
Sumber
- Augustinus. Confessiones 1.1.1. Dalam O'Donnell, James J., ed. Augustine: Confessions. Vol. 1. Oxford: Clarendon Press, 1992.(primer)
Kutip halaman ini
Manogu, Ridwanta. "Apa maksud Agustinus dengan "hati kami gelisah sampai beristirahat di dalam Engkau"?." ridwanta-sources. Diperbarui 30 Oktober 2026. https://ridwanta-sources.pages.dev/tanya/hati-yang-gelisah/.